
Kandank Ilmu Team
Here We Are: Yangki Imade Suara | Citra Tamara Sari | Narendra Widhitama P. | Edo Dewantara | Follow Kandank Ilmu Twitter | Join us on Facebook
Welcome to Kandank Ilmu the official blog of Research and Development (RnD) division of HIMA IESP UNPAD. If you're looking for something, please leave a message at the Kandank Ilmu Chat Box and Request or contact online admin.
PT. Caladi Lima Sembilan (C59) bekerjasama dengan mahasiswa UNPAD (Universitas Padjajaran) mengadakan "SEMINAR ENTREPRENEUR & SALESMANSHIP" Dengan tema Membangun Paradigma Pengusaha Dengan Strategi Emosional Marketing, adapun maksud dan tujuan dari seminar ini adalah menciptakan Jiwa Entrepreneur pada generasi muda, Sharing pengetahuan tentang menjadi seorang Entrepreneur Sejati, Menggali dan mengembangkan Potensi diri yang penuh Kreativitas dan Innovatif.
[Bandung, 16 Mar 2010][Unpad. ac.id, 10/03] Untuk yang keempat kalinya Himpunan Mahasiswa Ekonomi Studi Pembangunan (ESP) FE Unpad menyelenggarakan kegiatan sosial. Kegiatan kali ini tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus saja, tapi juga dilakukan di luar kampus. Kegiatan yang bertajuk Social Day 2010 ini diharapkan tidak hanya diikuti oleh mahasiswa Unpad saja, tapi oleh seluruh sivitas akademika Unpad dan masyarakat umum.

Salah seorang pendonor dalam kegiatan Social Day 2010 yang diselenggarakan ESP Unpad (Foto: Tedi Yusup)
Ketua Panitia Social Day 2010, Andjar Adhie Nugraha (ESP 2008) menjelaskan bahwa kegiatan ini terbagi menjadi dua penyelenggaraan. Kegiatan pertama adalah donor darah dan bone scan secara gratis pada hari Rabu (10/3) yang berlangsung di Hall C FE Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung. Khusus untuk donor darah, kegiatan ini juga berlangsung di Tony Jack’s BIP, Jln. Merdeka Bandung. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 10.00-15.00 WIB.
“Kami dan PMI menargetkan minimal 100 labu darah kita kumpulkan hari ini di dua tempat tersebut. Untuk menarik pendonor, kami bekerja sama dengan Tony Jack’s menyediakan paket makanan dan minuman gratis untuk 50 orang pendonor pertama di dua tempat tersebut,” jelas Andjar.
Untuk itu, Andjar mengundang seluruh sivitas akademika Unpad dan masyarakat umum untuk berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Bagi yang berminat untuk mendonorkan darahnya atau melakukan bone scan, dapat langsung mendaftar ke Hall C FE Unpad. “Untuk seluruh kegiatan Social Day 2010 ini, kami didukung penuh oleh CSR PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, Tony Jack’s, PMI dan Anlene,” tuturnya.
Di Unpad, acara ini juga diwarnai dengan hiburan kesenian, antara lain berupa penampilan akustik band dari Unpad, ITB dan Unpar serta bazaar makanan bertempat di Lapangan Parkir Selatan Unpad Jln. Dipati Ukur no. 35 Bandung.
Kegiatan berikutnya adalah aksi sosial bertempat di Desa Margamulya, Pangalengan Jawa Barat, yang direncanakan akan berlangsung pada 13-14 Maret 2010. Kegiatan ini meliputi live in di desa tersebut dan pembuatan saluran air bersih sepanjang 1 Km untuk masyarakat setempat.
“Di desa tersebut, para panitia akan menginap semalam, bergaul dengan penduduk setempat. Kami juga membuat berbagai acara untuk penduduk di sana, seperti malam keakraban, pengobatan gratis, permainan anak-anak dan pembagian sembako,” lanjutnya. (eh)*
http://www.unpad.ac.id/archives/22071Berikut ini laporan Kajian 2 yang diselenggarakan oleh Divisi RnD HIMA IESP UNPAD yang ditulis oleh tim humas Unpad
http://www.unpad.ac.id/archives/21921
Laporan oleh: Artanti
Isu tentang usaha penyelamatan bumi akibat perubahan iklim semakin hangat untuk diperbincangkan. Isu ini tidak hanya berpengaruh pada lingkungan tetapi juga mempengaruhi aspek kehidupan yang lain, salah satunya perekonomian. Penyelamatan bumi dengan melakukan berbagai penghematan energi misalnya, akan berakibat pula pada penghematan uang, dan lingkungan hidup pun akan lebih terjaga.
”Menurut kami isu tentang lingkungan ini merupakan isu hangat yang patut untuk diangkat. Kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi dan lingkungan merupakan isu yang berkaitan. Ekonomi dan lingkungan merupakan dua hal yang sebenarnya saling berhubungan, tanpa bisa mengorbankan salah satunya,” jelas Ridela Sheila, panitia sekaligus moderator pada acara tersebut.
Acara yang diprakarsai oleh Hima IESP Unpad ini berlangsung di Bale Rumawat, Unpad, Jln. Dipati Ukur No. 35 Bandung, Rabu (3/3). Acara ini khusus mengundang duta lingkungan asal Jepang, Saki Fujiwara sebagai pembicara. Di usia mudanya, yakni 20 tahun, Saki telah mendatangi 19 negara, termasuk Indonesia, untuk berbicara mengenai masalah lingkungan.
Menurut Saki, pemanasan global mengakibatkan perubahan iklim di dunia. Hal tersebut akan mengakibatkan kenaikan temperatur yang terus menerus, beberapa pulau akan hilang akibat naiknya permukaan air laut, dan dampak paling buruk di masa depan adalah manusia tidak bisa hidup di bumi lagi.
Di Jepang, pembelian mobil ramah lingkungan disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya menjadi lebih murah. Selain itu, pemerintah Jepang akan memberikan sejumlah uang kepada masyarakatnya, apabila mereka melalukan sesuatu yang berguna bagi lingkungan. Hal ini menunjukkan pemerintah Jepang saat ini sudah peduli terhadap masalah lingkungan. Masyarakat Jepang pun sudah banyak yang sadar akan masalah lingkungan ini. Salah satu hal sederhana namun berdampak besar yang mereka lakukan adalah membawa tas sendiri ketika berbelanja sehingga mereka tidak menggunakan tas plastik seperti di Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Saki mengungkapkan idenya tentang bagaimana membuat sebuah perubahan besar untuk lingkungan yakni: dimulai dari menumbuhkan kesadaran, lalu ditambah dengan perilaku sederhana, dan dilakukan oleh banyak orang. Ketiga hal tersebut akan membuat perubahan besar yang positif terhadap lingkungan.
Selain Saki, yang bertindak sebagai pembicara pada acara tersebut adalah dosen FE Unpad, Ahmad Komarulzaman. Menurut Ahmad, banyak bencana yang terjadi di Indonesia akibat kerusakan lingkungan dan perubahan iklim. Ahmad bahkan mengambil contoh bencana longsor di Ciwidey yang diakibatkan karena sudah rusaknya lingkungan yang mengakibatkan tanah mengalami erosi.
Ahmad mengusulkan penghapusan energi BBM dan listrik dari pemerintah sebagai langkah upaya untuk menyelamatkan lingkungan. Penghapusan subsidi ini akan membuat masyarakat menjadi lebih bijak lagi dalam penggunaan BBM dan listrik, sehingga penggunaan energi akan lebih efisien. “Jika subsidi dihapus, maka akan ada kelebihan anggaran. Anggaran ini dapat diberikan sebagai kompensasi kepada rumah tangga, terutama rumah tangga miskin,” jelasnya.
Namun, penghapusan subsidi ini pun akan menimbulkan efek lain. “Penghapusan subsidi ini tidak memberikan bauran energi yang kondusif, karena mendorong terjadinya fuel-switching dari BBM ke batubara yang harga konsumennya menjadi lebih rendah. Oleh karena itu, diperlukan instrumen tambahan untuk mengantisipasi perubahan harga relatif yang tidak kondusif ini,” lanjutnya.
Sebelum menyudahi acara, kedua pembicara ini masing-masing mengungkapkan pesan penting yang ingin mereka sampaikan kepada audiens. “Kita harus mengambil tindakan dari sekarang, jangan tunggu pemerintah dahulu yang bertindak,” jelas Saki. Selain itu, Ahmad pun menyampaikan pesannya “Kita punya banyak masalah lingkungan yang bisa berdampak ke masalah lain. Mari kita ganti gaya hidup kita menjadi lebih ramah terhadap lingkungan.” (eh)*
Kandank Ilmu Team

Fakultas Ekonomi Unpad mengadakan kuliah umum bersama Menteri Perindustrian RI, Bapak M.S. Hidayat dengan tema "ACFTA dan Daya Saing Industri Dalam Negeri Khususnya Jawa Barat"





Kandank Ilmu Team